Apa Itu Internet Banking Mandiri? Dan Apa Syarat Untuk Mendaftar?

Apa Itu Internet Banking Mandiri? Dan Apa Syarat Untuk Mendaftar?

Apa Itu Internet Banking Mandiri? Dan Apa Syarat Untuk Mendaftar?

MANDIRI INTERNET BANKING

Istilah

1. MANDIRI INTERNET ialah saluran penyaluran Bank guna mengakses tabungan yang dipunyai Nasabah melewati jaringan internet dengan memakai perangkat lunak seperti browser pada komputer.

2. Bank ialah PT BANK MANDIRI (PERSERO) TBK yang mencakup Kantor Pusat dan kantor cabang serta kantor lainnya yang adalahbagian yang tidak terpisahkan dari PT BANK MANDIRI (PERSERO) TBK.

3. Nasabah ialah perorangan empunya rekening tabungan dalam mata duit rupiah berupa Giro Rupiah dan Tabungan Mandiri.

4. Nasabah Pengguna ialah Nasabah yang sudah terdaftar sebagai pemakai layanan MANDIRI INTERNET.

5. Kumpulan Rekening ialah nomor tabungan Rupiah di seluruh cabang yang dipunyai oleh Nasabah di Bank yang sudah didaftarkan dan karenanya bisa diakses oleh Nasabah Pengguna.

6. User ID ialah identitas yang dipunyai oleh masing-masing Nasabah Pengguna yang mesti dicantumkan/diinput dalam setiap pemakaian layanan MANDIRI INTERNET.

7. PIN (Personal Identification Number) MANDIRI INTERNET ialah nomor identifikasi individu yang mempunyai sifat rahasia dan melulu diketahui oleh Nasabah Pengguna serta mesti dicantumkan/diinput oleh Nasabah Pengguna pada saat memakai layanan MANDIRI INTERNET. Bersama-sama dengan User ID, PIN dipakai untuk memperlihatkan bahwa nasabah bersangkutan ialah nasabah yang berhak atas layanan MANDIRI INTERNET.

Syarat Pendaftaran MANDIRI INTERNET

1. Nasabah memenuhi dan menandatangani Formulir Aplikasi Internet Banking dan SMS Banking yang dapat didapatkan di cabang atau di website Internet Bank Mandiri (www.bankmandiri.co.id).

2. Menunjukkan bukti pribumi identitas diri yang sah (KTP, SIM, Paspor, KIMS) dan bukti kepemilikan pemegang rekening.

3. Setiap perorangan pemegang rekening campuran masing-masing mesti memenuhi Formulir Aplikasi Internet Banking dan SMS Banking dan mendapat User ID dan PIN yang berbeda.

4. Nasabah mesti mempunyai alamat E-mail.

5. Nasabah Pengguna telah mendapat Access ID dan Access Code dari Bank untuk kebutuhan aktivasi di website MANDIRI INTERNET.

6. Telah menyimak dan mengetahui Syarat dan Ketentuan MANDIRI INTERNET.

baca juga Cara Menggunakan Mandiri Internet Banking Bisnis Dari Android/Iphone

Ketentuan Penggunaan MANDIRI INTERNET

1. Nasabah Pengguna dapat memakai layanan MANDIRI INTERNET guna mendapatkan informasi dan atau mengerjakan transaksi Perbankan yang sudah ditentukan oleh Bank.

2. Pada ketika kesatu kali memakai layanan MANDIRI INTERNET, Nasabah Pengguna diwajibkan melakukan aktivasi di website MANDIRI INTERNET dengan teknik memasukkan Access ID dan Access Code yang didapatkan dari Bank untuk diolah menjadi User ID dan PIN MANDIRI INTERNET.

3. Untuk masing-masing pelaksanaan transaksi:

a. Nasabah Pengguna mesti meyakinkan ketepatan dan kelengkapan perintah transaksi (termasuk meyakinkan bahwa seluruh data yang dibutuhkan untuk transaksi telah dipenuhi secara menyeluruh dan benar). Bank tidak bertanggung jawab terhadap segala akibat apapun yang barangkali timbul yang disebabkan kelalaian, ketidaklengkapan, ketidakjelasan, atau ketidaktepatan perintah/data dari Nasabah Pengguna.

b. Nasabah Pengguna memiliki peluang untuk mengecek kembali dan atau mengurungkan data yang telah dipenuhi pada ketika konfirmasi yang dilaksanakan secara otomatis oleh sistem sebelum adanya tanda persetujuan sebagaimana ditata di bawah ini.

c. Apabila telah dipercayai kebenaran dan kelengkapan data yang diisi, sebagai tanda persetujuan pengamalan transaksi maka Nasabah Pengguna mesti memasukkan PIN pada kolom yang sudah disediakan pada halaman layanan transaksi MANDIRI INTERNET.

4. Segala transaksi yang sudah diperintahkan untuk Bank dan diamini oleh Nasabah Pengguna tidak bisa dibatalkan.

5. Setiap perintah yang telah diamini dari Nasabah Pengguna yang tersimpan pada pusat data Bank adalahdata yang benar yang diterima sebagai bukti perintah dari Nasabah Pengguna untuk Bank untuk mengemban transaksi yang dimaksud.

6. Bank menerima dan menjalankan masing-masing perintah dari Nasabah Pengguna sebagai perintah yang sah menurut pemakaian User ID dan PIN dan untuk tersebut Bank tidak mempunyai keharusan untuk menganalisis atau menyelidiki kemurnian maupun keabsahan atau kewenangan pemakai User ID dan PIN atau menilai maupun memperlihatkan ketepatan maupun kelengkapan perintah dimaksud, dan oleh karena tersebut perintah itu sah mengikat Nasabah Pengguna dengan sebagaimana harusnya, kecuali Nasabah Pengguna dapat memperlihatkan sebaliknya.

7. Bank berhak guna tidak mengemban perintah dari Nasabah Pengguna, apabila:

a. Saldo tabungan Nasabah Pengguna di Bank tidak cukup.

b. Bank memahami atau mempunyai dalil untuk mengasumsikan bahwa penipuan atau aksi durjana telah atau bakal dilakukan.

8. Sebagai bukti bahwa transaksi yang diperintahkan Nasabah Pengguna telah sukses dilakukan oleh Bank, Nasabah Pengguna bakal mendapatkan bukti transaksi berupa nomor transaksi pada halaman transaksi layanan MANDIRI INTERNET dan bukti itu akan tersimpan di dalam menu kegiatan transaksi sekitar 3 (tiga) bulan semenjak tanggal transaksi.

9. Nasabah Pengguna mengamini dan mengakui bahwa:

a. Dengan dilaksanakannya transaksi melewati MANDIRI INTERNET, seluruh perintah dan komunikasi dari Nasabah Pengguna yang diterima Bank bakal diperlakukan sebagai perangkat bukti yang sah meskipun tidak diciptakan dokumen tertulis dan atau dikeluarkan dokumen yang tidak ditandatangani.

b. Bukti atas perintah dari Nasabah Pengguna untuk Bank dan segala format komunikasi antara Bank dan Nasabah Pengguna yang dikirim secara elektronik yang tersimpan pada pusat data Bank dan atau tersimpan dalam format penyimpanan informasi dan data lainnya di Bank, baik yang berupa dokumen tertulis, catatan, tape/cartridge, print out komputer dan atau salinan, adalahalat bukti yang sah yang tidak akan ditentang keabsahan, kebenaran atau keasliannya.

10. Atas pertimbangannya sendiri, Bank berhak untuk mengolah limit transaksi.

11. Semua komunikasi melewati e-mail yang aman dan mengisi standar serta dirasakan sah, otentik, pribumi dan benar serta menyerahkan efek yang sama sebagaimana bila urusan tersebut dilaksanakan secara tertulis dan atau melewati dokumen tertulis.

12. Bank tidak diharuskan untuk mengemban setiap perintah baik yang ditandatangani maupun tidak atau membalas pertanyaan apapun yang diterima melewati e-mail yang tidak aman. Nasabah dianjurkan untuk tidak mengirim informasi rahasia melewati e-mail yang tidak aman.

13. Bank berhak menghentikan layanan MANDIRI INTERNET untuk sedangkan waktu maupun guna jangka masa-masa tertentu yang ditentukan oleh Bank untuk kebutuhan pembaharuan, pemeliharaan atau untuk destinasi lain dengan dalil apapun yang dirasakan baik oleh Bank, dan untuk tersebut Bank tidak berkewajiban mempertanggungjawabkannya untuk siapapun.

User ID dan PIN MANDIRI INTERNET

1. User ID dan PIN adalahkode yang mempunyai sifat rahasia dan kewenangan pemakaiannya terdapat pada Nasabah Pengguna. User ID mempunyai sifat tetap dan tidak dapat diolah kembali.

2. Nasabah wajib menyelamatkan User ID dan PIN Internet Banking dengan cara:

a. Tidak mengumumkan User ID dan PIN Internet Banking untuk orang lain.

b. Tidak mencatatkan PIN Internet Banking pada kertas atau menyimpannya secara tertulis atau sarana penyimpananlainnya yang memungkinkan diketahui orang lain.

c. Memusnahkan segera mungkin Access ID dan PIN Mailer Internet Banking sesudah menerimanya.

d. Berhati-hati memakai User ID dan PIN MANDIRI INTERNET supaya tidak tampak orang lain.

e. Sering mengubah PIN MANDIRI INTERNET secara rutin.

3. Dalam urusan Nasabah Pengguna memahami atau mengasumsikan User ID dan PIN sudah diketahui oleh orang beda yang tidakberwenang, maka Nasabah Pengguna mesti segera mengerjakan pengamanan dengan mengerjakan perubahan PIN.

Apabila sebab suatu karena Nasabah Pengguna tidak dapat mengerjakan perubahan PIN maka Nasabah Pengguna mesti memberitahukan untuk Bank. Sebelum diterimanya pengumuman secara tertulis oleh pejabat Bank yang berwenang, maka segala perintah, transaksi dan komunikasi menurut pemakaian User ID dan PIN oleh pihak yang tidak berwenang sepenuhnya menjadi tanggung jawab Nasabah Pengguna.

4. Penggunaan User ID dan PIN memiliki kekuatan hukum yang sama dengan perintah tertulis yang ditandatangani oleh Nasabah Pengguna, sampai-sampai karenanya Nasabah Pengguna dengan ini mengaku bahwa pemakaian User ID dan PIN dalam masing-masing perintah atas transaksi MANDIRI INTERNET pun adalahpemberian kuasa dari Nasabah Pengguna untuk Bank untuk mengemban transaksi termasuk tetapi tidak terbatas untuk mengerjakan pendebetan tabungan Nasabah baik dalam rangka pengamalan transaksi yang diperintahkan maupun guna pembayaran ongkos transaksi yang sudah dan atau akan diputuskan kemudian oleh Bank.

5. Segala penyalahgunaan Access ID/User ID dan Access Code/PIN MANDIRI INTERNET adalahtanggung jawab Nasabah Pengguna. Nasabah Pengguna dengan ini melepaskan Bank dari segala tuntutan yang barangkali timbul, baik dari pihak beda maupun Nasabah Pengguna sendiri sebagai dampak penyalahgunaan Access ID/User ID dan Access Code/PIN MANDIRI INTERNET.

Penghentian Akses Layanan MANDIRI INTERNET

1. Akses layanan MANDIRI INTERNET bakal dihentikan oleh Bank apabila:

a. Nasabah Pengguna meminta untuk Bank guna menghentikan akses layanan MANDIRI INTERNET secara permanen yang antara lain diakibatkan oleh:

Access ID/User ID dan atau Access Code/PIN Internet Banking Nasabah Pengguna lupa.

Nasabah Pengguna memblokir semua tabungan yang bisa diakses melewati layanan MANDIRI INTERNET.

b. Salah memasukkan Access Code/PIN MANDIRI INTERNET sejumlah 3 (tiga) kali berturut-turut.

c. Diterimanya laporan tertulis dari Nasabah Pengguna mengenai sangkaan atau diketahuinya User ID dan PIN oleh pihak beda yang tidak berwenang.

d. Bank mengemban suatu kewajiban sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2. Untuk mengerjakan aktivasi kembali sebab penghentian akses layanan itu di atas, Nasabah Pengguna mesti menghubungi Customer Care Bank Mandiri atau mengerjakan pendaftaran ulang di cabang pengelola rekening.

Force Majeure

Nasabah Pengguna akan melepaskan Bank dari segala tuntutan apapun, dalam urusan Bank tidak dapat mengemban perintah dari Nasabah Pengguna baik beberapa maupun seluruhnya sebab kejadian-kejadian atau sebab-sebab di luar dominasi atau keterampilan Bank termasuk tetapi tidak terbatas pada segala gangguan virus komputer atau sistem Trojan Horses atau komponen membahayakan yang bisa menggangu layanan MANDIRI INTERNET, web browser atau komputer sistem Bank, Nasabah, atau Internet Service Provider, sebab bencana alam, perang, huru-hara, suasana peralatan, sistem atau transmisi yang tidak berfungsi, gangguan listrik, gangguan telekomunikasi, kepandaian pemerintah, serta kejadian-kejadian atau sebab-sebab beda di luar dominasi atau keterampilan Bank.

Lain-lain

1. Bukti perintah Nasabah Pengguna melewati layanan MANDIRI INTERNET ialah mutasi yang terdaftar dalam Rekening Koran atau Buku Tabungan Mandiri andai dicetak.

2. Nasabah Pengguna bisa menghubungi Customer Care Bank Mandiri atas setiap persoalan yang sehubungan dengan transaksi dan evolusi akses layanan MANDIRI INTERNET.

3. Bank dapat mengolah syarat dan peraturan ini setiap ketika dengan pengumuman terlebih dahulu untuk Nasabah Pengguna dalam format dan melewati sarana apapun.

4. Nasabah Pengguna tunduk pada ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan yang berlaku pada Bank serta kriteria-syarat pendahuluan rekening dan kriteria tabungan gabungan, tergolong setiap evolusi yang akan diumumkan terlebih dahulu oleh Bank dalam format dan sarana apapun.

5. Atas pemakaian layanan MANDIRI INTERNET, masing-masing Nasabah Pengguna dibebani ongkos administrasi yang bakal didebet oleh Bank dari tabungan Nasabah Pengguna.

6. Kuasa-kuasa baik yang tersurat dalam Syarat dan Ketentuan ini adalahkuasa yang sah yang tidak akan selesai selama Nasabah Pengguna masih mendapat layanan MANDIRI INTERNET atau masih adanya keharusan lain dari Nasabah Pengguna untuk Bank.

Cara Registrasi

Facebook Comments